Mba,mas, paman,.. semuanya… saya sekarang pindah…
Berapa hari ini agak kurang suka mendapat sms dari seseorang. Smsnya memang bagus, berisikan nasihat dan kalimat motivasi. Memang mungkin salahku juga agak sensi sama orangnya.
Bukan bermaksud menjelek-jelekkan, namun semoga ini bisa menjadi pembelajaran bersama
sebut saja si X (nama disamarkan,he) memang mempunyai kedudukan yang cukup tinggi di sebuah oraganisasi dimana aku juga terikat didalamnya. Teman-teman lain memang kalau didepannya bersikap baik, tapi kalau dibelakangnya… duhhh.. bisa menjelek2kan sikap si X itu… kalau sudah pada suasana itu mending aku diam aja,, sulit kalau bicara sama orang apalagi kalau emosi.
Si X memang punya kata2 yang baik, tapi sikapnya sering tidak bagus buat panutan
pengen nangis kalau lihat… suka bicara tentang kata2 bijak, tapi dia nggak ngalakuin. Suka bicara tentang jujur, harus jadi diri sendiri.. ee.. ujian nyontek
*astagfirullah…
“ sapu yang kotor tidak bisa membersihkan lantai yang kotor ”
Kata-kata tersebut tiba-tiba muncul di kepala. Secara tidak langsung menurutku, bisa mencerminkan kita. Setiap individu pasti setidaknya ingin berguna bagi orang yang lain. Ingin senantiasa bermanfaat dan mengubah orang lain menjadi lebih baik. Mengambil hikmah dari si X, harusnya jika kita ingin orang-orang disekitar baik, maka perbaiki diri juga proses penting. Kalau bisa perbaiki diri dengan orang lain harus selaras. Orang biasanya tidak hanya mendengarkan kalimat dari seseorang, tapi sikapnya juga menentukan…. alangkah lebih baik jika, kita baik dan orang-orang disekeliling kita juga ikut baik
Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari selasa 21 Februari 2012 abang ku di wisuda. Nggak tau ya mungkin karena cowok, dia kelihatannya santai walaupun sudah mendekati detik-detik salah satu hari istimewanya, diwisuda. Bedanya kalau sama cewek, mungkin agak rempong ya
(semoga aku nggak, hahaha
) harus nyiapin gaun, dirias dari pagi hari, terus harus tersiksa pake rok kebaya yang mepet jadi jalan pelan-pelan. Oh NO! nggak aku banget
(Haha, jiwa cowokku muncul)
Kembali ke cerita wisuda kakakku…
sekarang yang tinggal dirumah hanya empat kepala : bapak, ibu, si abang and si bungsu (aku). Ternyata e.. ternyata ketika acara wisuda yang boleh masuk ruangan hanya dua orang, yakni ortu. Yee… sudah dapat ditebak
, saya bakal seperti anak hilang ketika acara berlangsung. Haha.. Tapi, bukan Anis kalau hanya diam
. Selama menunggu acara wisuda berlangsung kaki, saya sepertinya tidak bisa diam, jalan-jalan terus (hhuaah… sampe pegel and lecet)
Perjalanan pertama, pergi ke KopMa UGM, niatan mau beli batrai camdig buat cadangan..e.e.. jalan jauh-jauh ternyata belum buka!
terus jalan lagi, akhirnya ku putuskan masuk mirota kampus. Masih pagi, belum rame. Pak satpamnya pun masih seger, haha. Dari situ jalan lagi, foto-foto di bunderan UGM.
trus muter-muter gedung tempat si abang diwisuda. Aiiihh kayak tempat jualan mobil dan motor, banyak banget mobil yang parkir.
Selain itu, yang nunggu seperti kumpulan pengungsi, akibat banyaknya orang.
Karena capek juga jalan kaki, terus anis mutusin untuk beristirahat di MasKam UGM. Naik ke lantai dua, eng.ing.eng…. ada pemandangan yang menentramkan hati. Disana tampak beberapa siswa duduk berkelompok mendengarkan sang guru. Setelah beberapa saat duduk diantara mereka, aku menyadari bahwa mereka sedang menghafalkan Al Qu’an! Makin merinding
Ya walaupun ketika mau menghadiri acara wisuda si abang mobil harus putar balik (haha.. undangan lupa ke bawa ) dan jalan macet. Tapi Alhamdulillah acara wisuda si abang dapat berjalan lancar.
Buat abang anis, selamat ya
semoga ilmu-ilmu yang kau miliki bermanfaat… yang sabar sama adiknya ini (haha… maaf anis sering nakal
) Apapun yang terjadi saat ini, Kamu adalah abangku yang terbaik…
terimakasih atas semua kebersamaan kita selama ini
Jujur memang sebuah pilihan. Pilihan yang terkadang berat apabila hanya melihat sekeliling lingkungan saja. Salah satu contoh sederhananya jujur ketika ujian. Dari SD sampai sekarang aku masih berusaha untuk bertindak jujur. Yah, jujur ni walaupun terkadang aku masih saja mengedepankan “rasa” yang lain. *istigfar….
Ujian datang banyak strategi percontekan yang muncul. Memfotocopi diperkecil, menulis pada tangan, mengandalkan hp, senam jari, keluarnya jurus kedip-kedip haha dan masih banyak lagi. Sejak dulu aku sama aja, paling sulit membuat contekan atau suruh nyontek. (Harusnya aku bersyukur ya…. atas kelebihan nggak bisa nyontekku, haha) Kalau disuruh nyontek pasti keringat lebih mengucur dibandingkan ujian aslinya.. *parah,,,
Alhamdulillah, setiap kali ujian pasti diri merasa ada pengawas yang selalu mengawasiku
pengawas yang selalu mencatat gerak gerikku.
Walau terkadang hasil yang didapatkan kurang maksimal, aku yakin itu bukan masalah karena kejujuran. Tapi mungkin, kurang maksinalnya diri ini dalam berusaha. Semoga dengan sadarnya aku, bisa memperbaiki diri lebih baik dan lebih memaksimalkan usahaku.
Nilai ujian keluar, Hati kadang tidak terima kalau ada teman yang dalam ujian hanya mengandalkan mencontek dapat nilai yang lebih baik. Salah satu cara menenangkan diri ya isi sugesti kalimat positif pada diri. Allah akan menyiapkan yang terbaik. Bila kurang maksimal, maka harus lebih berusaha dan berdoa lagi. Aku yakin Jujur tak akan membawa kehancuran, tapi jujur akan keberkahan
Simpanlah dalam hatimu,,
Jagalah apa yang orang percayakan padamu,
Dia pasti telah berfikir berulangkali untuk membaginya padamu,
Tak semua orang kan mendapat tanggungjawab sepertimu,
Jagalah,
Simpanlah,
Janganlah kau lengah,
Hingga berbagi dengan orang lain akan kepercayaan yang telah kau dapat..
Sungguh, sekali kau mengobral apa yang kau dapat, kepercayaan itu akan mengikis..
Punya kakak yang hobi mendaki gunung terkadang bikin iri hati. Dia mudah banget mendapat izin buat pergi berpetualang ke alam liar, biasa anak cowok. Hohoho.. alhasil sebagai adiknya yang baik hati, manis, dan tidak sombong
hanya bisa bantu packing, dengerin cerita-ceritanya and leat hasil jepretannya. Hahaha… sering banget dia pergi mendaki gunung dengan temannya. Semoga aja, dia nggak dapat jodoh orang gunung apalagi orang hutan,, wkwkwkwkw
bisa berabe saya ntar
…
Dalam salah satu petualangannya, dia ngasih kejutan buat saya. Waktu itu dia mendaki gunung merapi (waktu belum meletus,hm… mungkin tu tempat sekarang sudah porak poranda
). Dia nunjukin sebuah foto, eng..ing..eng.. setelah dileat ternyata ada namaku dipuncak gunung… horaaayyyyy
Seneng banget rasanya..he… apalagi ternyata dia buat namaku dengan cara mencari kerikil-kerikil yang ada kemudian menyusunnya satu persatu membentuk kata “ANIS”. Xixixi… senengnya, walaupun Cuma sederhana, namun saya bangga atas inisiatif dan perjuangnnya.. terimasih kakak
*nulis ini waktu sedang akur ni… hha…
pekan yang ditunggu-tunggu datang, pekan ujian…
Anis sedang mempersiapkan buat ujian
Mohon doanya ya, hehehe, moga ujian lancar and mendapat hasil yang terbaik
terimakasih
Pekan ini merupakan pekan yang tak terduga melebihi pekan-pekan sebelumnya alias bisa saya anggap sebagai bukan pekan biasa (BPB).
Ahad : satu angkatan saya mendapat undangan wajib untuk mengikuti ujian tulis agama. Sebelumnya peserta diwajibkan untuk menghafal sejumlah ayat dalam Al Qur’an dan kemudian disetorkan kepada panitia. Hmm.. karena ada beberapa hal yang kurang saya sukai dalam acara tersebut (Waktu,konsep acara,dll), mood saya berkurang, dan akhirnya saya mengikutinya tidak secara maksimal. Semoga saran saya kepada panitia dapat diterima dan menjadi perbaikan bersama.
Senin : pada awal bulan ini nenek saya dirawat di rumah sakit setelah terjatuh. Tangan kirinya dinyatakan retak oleh dokter. Sebelumnya, tangan kanannya sempat patah karena terjatuh juga, belum sembuh 100% sudah disusul tangan kiri. Semoga ini yang terakhir dan beliau sehat selalu. Seperti biasa, semenjak nenek saya dirawat dirumah sakit, keluarga saya mendapat tugas menunggu sore sampai malam. Hampir tiap malam kami pulang menembus dinginnya udara. Brr.. sempat merasa badan mulai tidak fit karena kecapekan.
Selasa : Dapat sebuah sms untuk menjadi perwakilan dalam sebuah acara 3T (training public speaking, jurnalistik dan kehumasan). Sampai tempatnya berasa tuing-tuing (kayak orang hilang, sempat salah ruang juga,he) huhah.. saya yang geje atau acaranya? Pesertanya tidak begitu banyak, saya rasa mungkin karena publikasi kurang maksimal. Tapi secara keseluruhan Alhamdulillah pembicaranya bagus-bagus, jadi dapet ilmu deh. Pulang dari acara 3T badan panas, mual,lemas,dll. Sistem pertahanan tubuh saya telah diserang.. akhirnya sakit. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat.
Rabu : hampir setiap hari biasanya pulang magrib karena kegiatan yang seabrek, hari ini harus menetap seharian dirumah,istirahat. Badan masih panas, perut masih bermasalah. Kan nggak asyik biasanya jaga nenek di rumah sakit kok ikut-ikutan harus dirawat di rumah sakit. Punya target harus sembuh tanpa obat.
Kamis : karena hp sempat saya nonaktifkan, ketika dihidupkan seabrek sms, salah satunya adalah pemberitahuan bahwa ayah teman yang sempat sekelompok dengan saya meninggal. Innalillahiwainnaillaihiraji’un.. ingin rasanya beranjak dari tempat tidur langsung menuju rumahnya untuk bertakziah, namun apadaya.. badan masih sakit, belum bisa untuk pergi keluar rumah. Doa saya mengiringi ayahmu teman. Hm.. sebenarnya dia (yang ayahnya meninggal) adalah kawan yang tiba-tiba meremove saya dari pertemannannya. Entah apa sebabnya, hingga saat ini saya belum diberi penjelasan. Hm.. saya sudah meminta maaf dan meminta penjelasan, namun beliau tidak merespon. Mulai saat ini saya putuskan untuk tidak akan memikirkan “masalah” diantara kami, karena memang pada dasarnya saya tidak merasa ada salah diantara kami. Ya Allah bimbinglah saya selalu..
Jum’at : dimulai pada pagi hari, saya dikejutkan dengan berita meninggalnya salah satu keluarga saya. Pakde Pur, begitulah saya memanggil beliau. Sosok sederhana namun sungguh bijaksana, layak untuk menjadi panutan. Namun, sangat disayangkan pada hari pemakaman beliau saya terpaksa tidak bisa menghadirinya, karena kebetulan saya pada hari ini ada 2 ujian yang tidak ada jadwal ujian susulannya dan memang jarak tempat kami cukup jauh
sempat kecewa memang, ketika mbak tutor tidak memberikan izin saya untuk mengikuti ujian susulan. Hm..SkenarioNya adalah yang terbaik. saya berusaha mensugesti diri untuk selalu berfikir positif. walaupun saya tidak bisa menghadiri pemakaman pakde saya, namun saya selalu mendoakan beliau agar amalnya doterima dan beliau ditempatkan ditempat yang terbaik baginya. ….. semoga kita dipertemukan dalam surgaNya.. terimakasih atas semua nasihatmu…..Selamat jalan pakde
*gambar diambil dari sini
Libur tlah tiba..libur tlah tiba.. horay..horay… sebagai prolog, pasti semua senang dinyanyikan lagu itu karena suara saya pasti merdu kan
merusak dunia
Teringat liburan beberapa waktu yang lalu, ditengah kesibukan yang padat sok sibuk hehe…. Saya memutuskan untuk ikut liburan bersama teman ke pantai. Hm.. pada mulanya semua berjalan sesuai rencana. Jam 06.30 berkumpul di rumah salah seorang teman, seperti biasa kami ingin perjalanan pagi biar lebih seguerrr….
Sekita jam 07.00 setelah semua perlengkapan (yang paling penting konsumsi,
) sudah beres, kami pun langsung berangkat. Disepanjang jalan, motor kami tampak berbaris rapi. jadi berasa mau pawai
Langsung saja, setelah beberapa jam kami menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya sampai juga… horaayy
acara dimulai dengan berfoto ria, bisa narsis mua
tapi, pada postingan ini tidak saya ikut sertakan foto teman-teman saya, takut nanti saya dapat job jadi biro jodoh.. gaswat kan
apa kata dunia?! hehe…
Pada kesempatan itu acara tak seperti biasanya, yang penuh dengan pembagian waktu dan terarah. Disana kami bebas melakukan sesuatu. Alhasil liburan tersebut saya habiskan dengan menikmati pemandangan sekitar, ngobrol tak beraturan
, makan bareng, dan kegiatan yang dirahasiakan lainnya…
Setelah agak siang, kami memutuskan untuk berkemas. Nah.. disinilah terjadi peristiwa yang memilukan hati (lebay)
tak dinyana, tak diduga…. Tiba-tiba gulungan ombak datang menerjang kami yang sedang duduk santai dipinggiran pantai… wawaaaaaaaaaa…… wawaaaaaaa…… brang-barang kami hanyut semua. Saya berlari menyelamatkan barang saya, ada dua pilihan saat itu
: jaket atau tas. Huhu.. dan saya memilih tas saya, ya.. semenjak itulah saya berpisah dengan jaket saya… huhuhu
Eng..ing..eng.. ternyata saat itu yang kehilangan bukan saya saja. hmm.. Ada yang kehilangan dompet, Al qur’an, sandal, tiker (barang gede kayak gitu saja juga ikut hanyut tuh) dan barang-barang lain yang belum di list lagi.. he
Akibat kejadian itu, maka tak sengaja seorang teman berkata : “sedekah pantai ni”
Kami pun akhirnya pulang. Kami mencoba menarik hikmah yang ada. Kita tak akan pernah tau. Hanya Dia yang Tahu Segalanya. Pertemuan, kehilangan dan sebagianya adalah KuasaNya. Sekarang, yang terbaik adalah kita selalu mencoba mempersiapkan diri jadi yang terbaik, karena tidak akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil olehNya.
Alhamdulilillah, kami masih diberi kesempatan. Gulungan ombak itu, tidak menarik kami. Hm… perjalanan pulang pun diliputi rasa syukur dan alhamdulillah kami mendapat seikat cerita……
Masih cukup lama memang aniezt menginjakkan kaki di usia seperlima abad itu. Huhaaahhh.. tiba-tiba kefikiran jika usiaku menginjak 20 tahun, apa yang sudah ku perbuat selama ini??? Akankah banyak kesia-siaan waktu yang kujalanin. Hiks.hiks
Waktu terus saja berjalan menurut kuasaNya. Jika Dia mengizinkanku, pasti sampai juga ku pada usia itu. Hm,, tiada yang tahu usiaku sampai umur berapa, hanya Dia yang tahu.
Jika Dia masih memberiku waktu untuk berada pada posisi itu, ada beberapa hal yang ingin ku capai. Dari ini, itu, ke sini, kesana (haha.. geje.. hanya aku dan Dia yang tau maksudnya
) yups. Semangads!! Sukses.. yang muda yang beraksi.. halah… haha
tahun ini, tahun depan, tahun depannya lagi…lagi..dan seterusnya harus bermanfaat! Oye.. sebelum tangga ini berada pada angka 20, masih beberapa tangga ku lewati… Dari usia sekarang, harus ada rencana kedepan.. SEMANGAD! tak ingin usia “tua” menyesali masa muda
“Tanpa sasaran dan rencana untuk mencapainya, Anda adalah seperti sebuah perahu yang berlayar tanpa tujuan. “
“Sebuah rencana yang baik adalah seperti sebuah peta. Ia menunjukkan tempat tujuan kita, dan biasanya jalan terbaik menuju ke sana.”
gambar diambil dari sini
kamut dari sini