Bingung mau ngasih judul ap,hehe
Malam itu, 7 November 2010, setelah sholat magrib, aniezt mendengar suara-suara yang berbeda. Malam itu ramai! Walaupun jalan dekat rumah cukup ramai, namun keramaian untuk malam itu beda!
Sirine mobil jenazah terdengar meraung-raung keras. Iring-iringan mobil jenazah tidak hanya 2,5, ato 7, namun pada saat itu kurasakan puluhan (maaf tidak sempat hitung). Mrinding, ya itulah yang aniezt dan beberapa tetangga rasakan saat itu. Betapa tidak, dalam iring-iringan tersebut terdapat jenazah korban Merapi. Puluhan jenazah, berdasarkan informasi sekitar 64 jenazah. Jenazah tersebut dimakamkan di suatu tempat pemakaman umum yang letaknya tak jauh dari rumahku (tapi kalau dengan jalan kaki sih lumayan jauhh
..). Hm, untuk pertama kalinya aniezt mendapati iring-iringan mobil jenazah sebanyak itu.
hm… Kematian itu sebuah misteri, misteri Illahi yang takkan bisa kita ketahui. Allahlah yang menentukan kehidupan umatNya. Allah pasti tahu apa yang terbaik buat kita. mungkin, setelah membaca tulisan ini hidupmu berakhir. Tidak ada yang tahu kan? Tak seorangpun tahu kapan kita mati. Sudahkan kita siap untuk mati?? Sudahkan kita punya bekal? Hm.. selagi kita masih hidup marilah kita lakukan yang terbaik… kalau bisa berbuat baik mulai sekarang, kenapa harus ditunda??
…..

bundapiaradaku
November 10, 2010 at 8:34 pm
iyo de, merinding pas denger ambulan itu lewat… Subhanallah…
Merapi sedang berbenah…
aisharainbow
November 15, 2010 at 11:41 am
pray 4 jogja pray 4 Indonesia,,,
ikut bduka y bwt sesama penghuni tanah jogja dan skitarnya
smg bencana ini membawa hikma bwt qt smua
amin
bimaSakti85
December 2, 2010 at 11:44 am
wew.. rumahnya sekitaran daerah Seyegan donk ?
tips beli rumah
December 12, 2010 at 5:10 pm
lagi perbaikan,….
Thomas
December 21, 2010 at 4:30 pm
Satu awal memasuki dunia baru….dunia kematian
Mas Win
December 26, 2010 at 4:08 pm
ayo2 semangat blogging . . .
^_^
K'mun
December 21, 2011 at 11:02 pm
Sudah kah kamu siap mati sebelum menikah (seperti katamu ” menikmati masa muda mati masuk surga “)