
Pekan ini merupakan pekan yang tak terduga melebihi pekan-pekan sebelumnya alias bisa saya anggap sebagai bukan pekan biasa (BPB).
Ahad : satu angkatan saya mendapat undangan wajib untuk mengikuti ujian tulis agama. Sebelumnya peserta diwajibkan untuk menghafal sejumlah ayat dalam Al Qur’an dan kemudian disetorkan kepada panitia. Hmm.. karena ada beberapa hal yang kurang saya sukai dalam acara tersebut (Waktu,konsep acara,dll), mood saya berkurang, dan akhirnya saya mengikutinya tidak secara maksimal. Semoga saran saya kepada panitia dapat diterima dan menjadi perbaikan bersama.
Senin : pada awal bulan ini nenek saya dirawat di rumah sakit setelah terjatuh. Tangan kirinya dinyatakan retak oleh dokter. Sebelumnya, tangan kanannya sempat patah karena terjatuh juga, belum sembuh 100% sudah disusul tangan kiri. Semoga ini yang terakhir dan beliau sehat selalu. Seperti biasa, semenjak nenek saya dirawat dirumah sakit, keluarga saya mendapat tugas menunggu sore sampai malam. Hampir tiap malam kami pulang menembus dinginnya udara. Brr.. sempat merasa badan mulai tidak fit karena kecapekan.
Selasa : Dapat sebuah sms untuk menjadi perwakilan dalam sebuah acara 3T (training public speaking, jurnalistik dan kehumasan). Sampai tempatnya berasa tuing-tuing (kayak orang hilang, sempat salah ruang juga,he) huhah.. saya yang geje atau acaranya? Pesertanya tidak begitu banyak, saya rasa mungkin karena publikasi kurang maksimal. Tapi secara keseluruhan Alhamdulillah pembicaranya bagus-bagus, jadi dapet ilmu deh. Pulang dari acara 3T badan panas, mual,lemas,dll. Sistem pertahanan tubuh saya telah diserang.. akhirnya sakit. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat.
Rabu : hampir setiap hari biasanya pulang magrib karena kegiatan yang seabrek, hari ini harus menetap seharian dirumah,istirahat. Badan masih panas, perut masih bermasalah. Kan nggak asyik biasanya jaga nenek di rumah sakit kok ikut-ikutan harus dirawat di rumah sakit. Punya target harus sembuh tanpa obat.
Kamis : karena hp sempat saya nonaktifkan, ketika dihidupkan seabrek sms, salah satunya adalah pemberitahuan bahwa ayah teman yang sempat sekelompok dengan saya meninggal. Innalillahiwainnaillaihiraji’un.. ingin rasanya beranjak dari tempat tidur langsung menuju rumahnya untuk bertakziah, namun apadaya.. badan masih sakit, belum bisa untuk pergi keluar rumah. Doa saya mengiringi ayahmu teman. Hm.. sebenarnya dia (yang ayahnya meninggal) adalah kawan yang tiba-tiba meremove saya dari pertemannannya. Entah apa sebabnya, hingga saat ini saya belum diberi penjelasan. Hm.. saya sudah meminta maaf dan meminta penjelasan, namun beliau tidak merespon. Mulai saat ini saya putuskan untuk tidak akan memikirkan “masalah” diantara kami, karena memang pada dasarnya saya tidak merasa ada salah diantara kami. Ya Allah bimbinglah saya selalu..
Jum’at : dimulai pada pagi hari, saya dikejutkan dengan berita meninggalnya salah satu keluarga saya. Pakde Pur, begitulah saya memanggil beliau. Sosok sederhana namun sungguh bijaksana, layak untuk menjadi panutan. Namun, sangat disayangkan pada hari pemakaman beliau saya terpaksa tidak bisa menghadirinya, karena kebetulan saya pada hari ini ada 2 ujian yang tidak ada jadwal ujian susulannya dan memang jarak tempat kami cukup jauh
sempat kecewa memang, ketika mbak tutor tidak memberikan izin saya untuk mengikuti ujian susulan. Hm..SkenarioNya adalah yang terbaik. saya berusaha mensugesti diri untuk selalu berfikir positif. walaupun saya tidak bisa menghadiri pemakaman pakde saya, namun saya selalu mendoakan beliau agar amalnya doterima dan beliau ditempatkan ditempat yang terbaik baginya. ….. semoga kita dipertemukan dalam surgaNya.. terimakasih atas semua nasihatmu…..Selamat jalan pakde
*gambar diambil dari sini